Daftar Blog Saya

Selasa, 31 Januari 2012

Metode Pengembangan Kognitif

TUGAS KELOMPOK VII
Metode Pengembangan Kognitif
Dosen Pengampu:    WIDYA NOVI, M.Pd
“MENGENALKAN ANGKA DENGAN KONSEP
MACAM-MACAM GARIS”






Disusun Oleh :
1.    Rumisih          : 09261567
2.    Wiwik Kurniati     : 09261572
3.    Widya Wulandari : 09261745


POKJAR WELERI
   SEMESTER  V

INSTITUT  KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
VETERAN SEMARANG
2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah tugas mata kuliah Kemampuan Kognitif dan Kreativitas Anak AUD yang berjudul “Mengenalkan Angka Dengan Konsep Macam-Macam Garis” dengan baik.
Pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang bersifat integrasi dari berbagai kemampuan dalam satu kegiatan yang menyenangkan.keberhasilan pendidikan pada anak usia dini bergantung pada kemampuan para pendidik dalam memahami karakteristik anak yang berbeda-beda.untuk itu pendidik diharapkan mempunyai dasar-dasar ilmu tenteng anak itu sendiri, sehingga setiap masalah yang terjadi baik antara anak dengan anak ataupun anak dengan guru dan yang lain dapat terselesaikan secara proposional dan tidak memahami yang menjadikan tumpulnya kreatifitas anak.
Penulis menyadari sepenuhnya atas segala kekurangan pada makalah ini dan penulis dengan senang hati dan akan menerima saran serta kritik demi kesempurnaan makalah ini. Atas segala saran dan bantuan, penulis sampaikan terima kasih.















A.    PENDAHULUAN
Perkembangan  kognitif anak merupakan perkembangan yang berkaitan dengan kecerdasan anak yang diperlihatkan melalui kemampuan mengingat, mengenal dan memahami berbagai obyek. Kemampuan untuk mengerti atau memahami berbagai obyek ini sangat penting, karena hal itu akan menentukan jenis penyesuaian pribadi dan sosial yang dilakukan anak. Anak akan mudah menyesuaikan pribadi dan sosialnya jika mereka memiliki pengertian dan pemahaman yang cukup banyak tentang orang, peristiwa atau benda.

B.    PERMASALAHAN
Pengenalan angka pada anak usia dini sangat penting, dan harus dengan yang nyata/ contoh nyata misalnya satu (I) maka kita harus menunjukkan benda hanya I saja, tapi ditempat kami banyak anak yang kurang bisa menangkap materi atau pembahasan angka dengan konsep ini. Maka kita harus bisa mengubah cara bagaimana caranya menyampaikan materi angka kepada anak-anak dengan cara mudah dan bisa diingat anak dengan cepat.

C.    PEMBAHASAN
Kami sebagai pendidik anak harus banyak memiliki ide dan kraetif dalam menyampaikan materi. Maka untuk menyampaikan materi angka kepada anak-anak kami menggunakan konsep macam-macam bentuk garis. (lurus, bobok, lengkung dan miring).
Misal    : Angka 1 Kita bisa menyampaikan dengan bentuk garis lurus atau I = garis
lurus.
: Angka 2 dibentuk dari garis lengkung, lurus dan bobok 2 = 2
: Angka 3 dibentuk dari garis lengkung 3 = 3
: Angka 4 dibentuk dari garis miring, bobok dan lurus 4 = 4
: Angka 5 dibentuk dari garis bobok, lurus dan lengkung 5 = 5
Dengan cara ini ternyata anak-anak cepat bisa mengingat angkla dan memudahkan kita dalam menyampaikan materi karena kita tidak perlu menggunakan media, cukup menggunanakan bentuk garis.
Pemahaman atau pengertian anak dapat berkembang diperoleh dari hasil kematangan intelektual dan dari pengetahuan yang diperoleh anak dalam periode yang cukup panjang. Kemampuan untuk dapat memahami atau mengerti mengandung proses berpikir. Menurut Siti Rahayu Haditono (1982) proses berpikir sampai anak berjalan mengikuti urutan sebagai berikut:
1.    Bayangan (image). Hal ini biasanya dijumpai pada anak usia 4 tahun. Image merupakan representasi pertama suatu kejadian. Image hanya merupakan kesan-kesan tertentu yang kebetulan melekat pada ingatan. Hal ini bisa terjadi dengan melihat atau mendengar sesuatu. Apa yang diingat tadi adalah kesan-kesan tertentu.
2.    Simbol: adalah suatu bentuk representasi lain. Disini tidak hanya berkisar pada bunyi yang khas atau bau yang khas dengan artinya yang khas. Simbol justru melebihi kejadian yang khas dan menunjuk pada sesuatu yang lain daripada hal yang sesungguhnya.Misalnya seorang anak yang sedang main dos korek api seakan itu sebuah mobil. Kelak anak akan mengerti bahwa simbol-simbol, seperti tanda lalu lintas, merupakan penunjuk bagi hal sesuatu yang lain.
3.    Konsep atau pengertian. Mulai usia pra sekolah timbulah pada anak kebutuhan untuk mengatur kesan-kesan dan kejadian-kejadian, menemukan hubungan-hubungan, relasi sebab akibat. Hal ini merupakan langkah penting untuk kearah kesadaran akan aturan.Bertambah banyaknya cara berfikir dalam pengertian nampak, misalnya dalam bermain anak menemukan bahwa ciri suatu kendaraan roda dua adalah selalu adanya dua roda. Kalau disini hari Minggu maka dimana-mana juga hari Minggu. Anak semakin mengerti bahwa pengertian merupakan suatu kumpulan yang sifatnya umum.
4.    Aturan: adalah suatu hubungan antara dimensi dua pengertian atau lebih. Ada aturan yang formal dan ada aturan yang tidak formal. Contoh aturan formal ”air adalah basah dan api adalah panas” Contoh aturan tidak formal ” kue-kue adalah manis”. Atura-aturan formal berdasarkan hukum alam sedangkan aturan tidak formal berdasarkan pengalaman atau perjanjian.

D.    METODE TANYA JAWAB
Dalam menyampaikan materi kita menggunakan metode tanya jawab. Dengan metode ini kita bisa langsung berkomikasi dengan anak-anak dan langsung bisa menanyakan konsep angka.
Misal    angka 1 dibentuk dari apa ?
Angka 2 dibentuk dari garis apa ?
Metode ini sangat efektif untuk menyampaikan materi pembelajaran mengenal angka pada anak usia dini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar